Lampung..Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mesuji menggelar kegiatan Rapat Kerja Teknis Penanganan Pelanggaran pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota yang akan diselenggarakan di hotel Horison lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan jajaran pengawas pemilu dalam menangani berbagai bentuk pelanggaran yang mungkin muncul sepanjang proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Rapat kerja teknis ini dihadiri oleh peserta pengawas pemilu di tingkat kecamatan,dan unsur external dari pemantau pemilu dan dari kpu kabupaten mesuji serta dari unsur kepolisian dan berbagai pemangku kepentingan.

Roby ruyudha anggota bawaslu mesuji mengatakan Kegiatan rapat kerja teknis ini sangat penting untuk memastikan bahwa kita sebagai pengawas pemilu siap dalam menghadapi segala bentuk pelanggaran yang mungkin terjadi selama tahapan Pilkada. Bawaslu Kabupaten Mesuji berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan profesional dan independen demi menjaga demokrasi yang bersih dan berkualitas.

Kegiatan ini berfokus pada beberapa aspek kunci dalam penanganan pelanggaran Pilkada, antara lain pemahaman regulasi, mekanisme penanganan kasus, hingga strategi pencegahan pelanggaran. Seluruh peserta mendapatkan pembekalan teknis dari berbagai narasumber yang berpengalaman dalam pengawasan pemilu.

Dalam sesi ini, para peserta diberikan pemahaman mendalam tentang Undang-Undang pilkada dan peraturan terkait yang menjadi dasar dalam penanganan pelanggaran. Materi yang disampaikan mencakup penanganan pelanggaran administrasi, kode etik, hingga tindak pidana. Dengan adanya pemahaman yang lebih baik terhadap regulasi, diharapkan para pengawas dapat lebih tanggap dalam menangani kasus-kasus pelanggaran yang mungkin terjadi.

Salah satu aspek yang menjadi fokus utama dalam rapat kerja teknis ini adalah mekanisme pengaduan masyarakat terkait dugaan pelanggaran. Peserta dilatih untuk dapat menerima dan memproses pengaduan masyarakat secara efektif dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Selain itu, investigasi terhadap dugaan pelanggaran juga ditekankan agar dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan akurat guna mencegah penyebaran informasi yang tidak benar.

Untuk meminimalisir potensi pelanggaran, strategi pengawasan berbasis pencegahan juga menjadi topik yang dibahas. Para pengawas diminta untuk lebih proaktif dalam mengawasi tahapan Pilkada, baik di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Teknologi juga dimanfaatkan dalam pengawasan ini, termasuk penggunaan aplikasi pelaporan yang memudahkan masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran.ucap Roby.

Kegiatan ini dinarasumberi oleh para narasumber yang ahli dibidangnya. Narasumber pada kegiatan ini yaitu Tansri Adzlan Syah,dari psikologi.Candrawansyah pengamat politik universitas Muhammadiyah lampung, Emron Tolib,dari kordinator Akademi pemilu dan Demokrasi.Muhammad Kemal dari kejaksaan negeri mesuji., Sigit Barazili,dari kepolisian.Hermasyah,mantan bawaslu lampungĀ  .

Rapat kerja teknis ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian persiapan Bawaslu Kabupaten Mesuji dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah yang akan datang. Dengan adanya peningkatan kapasitas pengawas dan strategi pengawasan yang lebih terstruktur, diharapkan proses pemilihan di Provinsi Lampung dapat berjalan secara damai, tertib, dan sesuai dengan prinsip demokrasi.

Bawaslu Kabupaten Mesuji juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut aktif dalam mengawasi jalannya Pilkada serta melaporkan segala bentuk pelanggaran yang terjadi. Partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan ini diharapkan dapat memperkuat demokrasi dan menjaga keadilan dalam proses pemilihan.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *